- 01Awalnya Karena “Huruf yang Sudah Bisa Pun Tetap Disuruh Berulang”
- 02Membagi Soal ke Beberapa Section
- 03Keputusan Menghentikan atau Menambah Soal Cukup dengan Angka di Pool
- 04Dasar Sistemnya Adalah “Kurva Lupa”
- 05Standar Penilaian Tetap “Hanya Cek Kotak Centang”
- 06Cara Menangani Saat Anak Mulai Tidak Suka
- 07Isi Lembar Latihan yang Dihasilkan
- 08Yang Saya Rasakan Setelah Mencoba
- 09Cocok untuk Orang Seperti Apa
- 10Rangkuman
Selamat pagi, saya Masakin.
Kalau punya anak usia prasekolah, sering ada kesempatan membeli tambahan lembar latihan hiragana. Tapi buku latihan yang dijual di toko biasanya menyajikan soal secara merata, termasuk “huruf yang sudah bisa ditulis anak itu”.
Karena itu, saya membuat sistem yang membuat AI otomatis menghasilkan lembar latihan yang hanya mengulang huruf yang salah. Kali ini saya akan memperkenalkan secara konkret sampai cara menyimpan pool soal dan struktur data penilaian.
Awalnya Karena “Huruf yang Sudah Bisa Pun Tetap Disuruh Berulang”
Buku latihan yang dijual di toko, kebanyakan disusun untuk berlatih urutan lima puluh huruf. Huruf yang sudah bisa ditulis dan yang belum bisa, muncul dengan jumlah yang sama.
Dari sudut pandang anak, latihan huruf yang sudah bisa itu membosankan. Padahal ingin lebih banyak waktu untuk huruf yang belum bisa, tapi susunan buku latihan tidak mengizinkan itu.
Karena itu, saya membuat sistem yang mencatat hanya huruf yang salah, dan menyajikannya kembali saat sudah mulai lupa.
Membagi Soal ke Beberapa Section
Dalam satu lembar, saya menggabungkan beberapa jenis latihan yang berbeda sifatnya.
- Menjiplak: section untuk melatih gerakan tangan itu sendiri, dengan menjiplak contoh tipis
- Gambar ke Hiragana: section melihat gambar, lalu menulis huruf pertama dari kata itu. Melatih hubungan antara suara dan huruf
- Mana yang Mirip: section membedakan hiragana yang bentuknya mirip, seperti “さ・ち” atau “ぬ・ね”
- Menulis Kata: section menjiplak kata 2-3 huruf dengan contoh tipis, lalu menulis sendiri tanpa contoh
Jumlah soal di setiap section, saya buat bisa disesuaikan seperti variabel environment. Bentuknya memungkinkan mengubah jumlah soal per section hanya dengan angka di file konfigurasi, misalnya “menjiplak 4 soal, mana yang mirip 2 soal, menulis kata 4 soal”. Section dengan jumlah soal 0 tidak akan digambar di lembar latihan, dan nomor urut judul akan dirapatkan hanya untuk section yang ditampilkan.
Keputusan Menghentikan atau Menambah Soal Cukup dengan Angka di Pool
Kandidat soal untuk setiap section, saya simpan dalam kamus bernama “pool” yang dikumpulkan di bagian awal kode. Kalau ingin menambah huruf atau kata baru, cukup tambahkan satu baris ke kamus ini.
# contoh pool soal (key dan kata sebenarnya sudah disederhanakan)
POOL_TRACE = {
"a1": {"char": "あ", "word": "あひる"},
"a2": {"char": "い", "word": "いぬ"},
# ...
}
POOL_WORD = {
"w1": {"word": "くつ", "len": 2},
"w2": {"word": "さかな", "len": 3},
# ...
}
Selama setiap id dibuat unik, soal akan tersusun otomatis hanya dengan mencocokkan dengan daftar target ulasan. Saat ingin memperluas jangkauan soal pun, tidak perlu mengubah keseluruhan kode.
Dasar Sistemnya Adalah “Kurva Lupa”
Inti dari yang saya lakukan adalah mengelola huruf yang salah secara bertahap. Setiap kali dijawab benar, tahapnya naik, dan jarak sampai soal itu muncul lagi jadi lebih panjang.
| Tahap | Jarak sampai muncul lagi |
|---|---|
| 0 (salah pertama kali) | besok |
| 1 | 3 hari kemudian |
| 2 | 1 minggu kemudian |
| 3 | 2 minggu kemudian |
| 4 | ”lulus” (tidak dimunculkan lagi) |
Kalau benar, tahapnya naik satu, kalau salah, kembali ke 0. Huruf yang sudah mencapai tahap 4, tidak akan muncul lagi di lembar latihan.
Kondisi ini disimpan dalam bentuk JSON sederhana seperti berikut.
{
"あ": {"stage": 2, "due": "2026-09-20"},
"ぬ": {"stage": 0, "due": "2026-09-13"},
"ね": {"stage": 4, "due": null}
}
Setiap kali menghasilkan lembar latihan harian, hanya huruf yang due (tanggal munculnya soal berikutnya) sudah lewat atau sama dengan hari ini, yang diambil sebagai “target ulasan hari ini”. Meski himpunan huruf yang menjadi target ulasan bertambah, yang benar-benar disajikan hanya “huruf yang memang harus dikeluarkan sekarang”, jadi lembar latihannya tidak akan membesar tanpa batas.
Dari command line, saya memperbarui kondisi dengan operasi berikut.
# menghasilkan latihan hari ini
python3 daily_hiragana_drill.py generate
# menaikkan tahap huruf yang benar (jarak munculnya soal jadi lebih panjang)
python3 daily_hiragana_drill.py mark-correct あ い
# huruf yang salah, di-reset ke tahap 0 (akan muncul lagi besok)
python3 daily_hiragana_drill.py mark-miss の は
# melihat daftar target ulasan dan status lulus saat ini
python3 daily_hiragana_drill.py srs-status
Kelebihan sistem ini adalah hanya “huruf yang memang tepat perlu diulang hari itu” yang otomatis terpilih. Orang tua tidak perlu berpikir “sepertinya sudah waktunya mengulang huruf ini juga”.
Di dalam keuangan rumah tangga pun, ada hal-hal yang kalau dibiarkan cenderung terlupakan untuk ditinjau ulang. Biaya ponsel mungkin salah satunya.
Setelah diklik, halaman login Rakuten akan terbuka. Setelah login, detail kampanye akan muncul.
Standar Penilaian Tetap “Hanya Cek Kotak Centang”
Penilaian lembar latihan ini pun, standarnya disatukan. Benar-salah ditentukan hanya berdasarkan apakah kotak centang di sebelah kiri setiap soal terisi penuh atau tidak.
Meski bentuk hurufnya agak berantakan, kalau kotak centangnya putih, diperlakukan sebagai benar. Huruf anak usia prasekolah, bentuknya masih belum stabil. Kalau dinilai terlalu ketat, latihan itu sendiri malah bisa jadi dibenci.
Saat memotret lembar latihan yang sudah dinilai dan meminta AI membacanya, saya selalu memotong dan memperbesar hanya kolom kotak centang sebelum ditentukan. Kalau seluruh gambar diperkecil begitu saja, kotak yang terisi kadang tidak terlihat jelas.
Kalau ada beberapa section, kadang huruf yang sama terbaca sebagai “benar” di satu section dan “salah” di section lain. Dalam kasus ini, saya mengutamakan hasil “salah” dan hanya mencerminkannya sekali. Ini keputusan bahwa lebih baik hati-hati, dibanding terlewat karena mengira “sudah bisa”.
Sebagai catatan, contoh jawaban yang jadi patokan benar-salah, tidak saya tunjukkan ke anak. Saya mengutamakan agar anak menulis sendiri dulu, bukan menulis sambil melihat jawaban.
Cara Menangani Saat Anak Mulai Tidak Suka
Dalam menjalankan sistem ini, ada satu jenis soal tingkat lanjut yang ternyata sangat tidak disukai anak saya. Kalau dipaksakan, ada risiko malah membuat anak jadi tidak suka latihan secara keseluruhan.
Karena itu, saya set jumlah soal untuk jenis itu jadi 0, dan menghentikannya untuk sementara. Slot soal yang kosong, saya alihkan ke section lain yang lebih mudah dilatih. Karena pool dan logikanya masih tetap ada, kalau ingin melanjutkannya lagi nanti, cukup mengembalikan setting jumlah soalnya.
Saya mengutamakan “tidak membuat latihan itu sendiri dibenci”, dibanding “tidak mengubah kurikulum yang sudah ditentukan”. Menurut saya, sistem seperti ini memang boleh disesuaikan sambil melihat kondisi anak.
Isi Lembar Latihan yang Dihasilkan
Saya perlihatkan instruksi yang diberikan ke AI, sudah digeneralisasi.
Buat satu lembar latihan hiragana untuk anak prasekolah.
- Huruf/kata yang disajikan hanya dipilih dari "daftar target ulasan" yang diberikan
- Jumlah soal per section mengikuti angka yang ditentukan
- Sediakan huruf tipis untuk dijiplak dan kolom untuk ditulis sendiri
- Buat garis agak besar agar mudah menyeimbangkan bentuk huruf
Daftar target ulasan, dihasilkan otomatis dari pengelolaan tahap yang dijelaskan sebelumnya. Lembar latihannya sendiri dihasilkan dalam format yang bisa langsung dicetak dan dipakai, sementara lembar jawaban untuk penilaian dihasilkan sebagai file terpisah. Lembar jawaban tidak diberikan ke anak, hanya untuk dipakai oleh yang menilai.
Yang Saya Rasakan Setelah Mencoba
Perubahan terbesar adalah kepadatan latihan yang meningkat. Waktu untuk menulis huruf yang sudah bisa berulang-ulang jadi hilang, dan anak bisa fokus hanya pada huruf yang belum bisa.
Di sisi lain, saya tidak berniat memaksa menambah waktu duduk di meja belajar. Menurut saya cukup dengan waktu singkat, asal huruf yang dituju bisa dilatih, itu sudah memadai.
Cocok untuk Orang Seperti Apa
- Orang yang merasa buku latihan yang dijual di toko “tidak cocok untuk anak itu”
- Orang yang ingin menerapkan konsep seperti kurva lupa ke dalam pembelajaran di rumah
- Orang yang tidak keberatan dengan implementasi ringan seperti mengelola pool soal lewat kode
Rangkuman
Saya membuat sistem yang mengelola huruf yang salah secara bertahap, dan mengulangnya saat sudah mulai lupa. Bisa menyajikan soal “khusus untuk anak itu” yang tidak ada di buku latihan yang dijual di toko, menurut saya adalah kelebihan terbesarnya.
Kalau ada bagian yang tidak berjalan baik, tidak dipaksakan dan disesuaikan isi soalnya. Meski disebut menjadikan sistem, mungkin yang penting justru terus menyesuaikan sambil melihat kondisi anak.
Bukan hanya lembar latihan, sistem-sistem di rumah pun saya tinjau ulang sedikit demi sedikit seperti ini. Biaya tetap bulanan seperti biaya ponsel pun, sama-sama cenderung dibiarkan. Sesekali, mungkin baik juga meninjau ulang sistemnya sekaligus.
Setelah diklik, halaman login Rakuten akan terbuka. Setelah login, detail kampanye akan muncul.
Artikel ini mengandung iklan afiliasi. Jika Anda mendaftar produk atau layanan melalui tautan di situs ini, kami mungkin menerima komisi dari perusahaan mitra. Selain itu, pengelola adalah karyawan Rakuten Group dan mungkin menerima imbalan melalui program referral karyawan. Konten dan penilaian artikel dibuat berdasarkan pengalaman nyata dan riset pengelola, terlepas dari ada atau tidaknya iklan, namun kami harap Anda membaca dengan memahami hubungan di atas. Untuk detailnya, silakan lihat Sangkalan & Info Afiliasi. Sangkalan & Info Afiliasi
Artikel ini menggunakan terjemahan mesin. Untuk syarat resmi, silakan cek halaman multibahasa di situs resmi Rakuten Mobile.
Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang area jangkauan atau kondisi sinyal Rakuten Mobile, Anda dapat berkonsultasi melalui formulir permintaan perbaikan sinyal resmi.